Di bangku sekolah, waktu yang sering saya tunggu-tunggu adalah saat pembagian raport, apalagi raport kenaikan kelas, selain memang penasaran dengan nilai-nilai yang tertulis, juga karena status naik kelasnya itu, istilahnya ‘kapan lagi kalo bukan sekarang’:). Lain hal dengan saat-saat ini, saat akan diadakan (lagi) annual triathlon, Bungle in the jungle III. awal karir saya di event ini:) adalah sebagai marshal/route guide, dan naik kelas di tahun berikutnya dengan sebagai peserta estafet….(yang akhirnya jadi last finisher). sekarang…haruskah naik kelas jadi peserta individual??? tidak sepertinya. latihan treadmill 2 kali seminggu @ 20 menit selama ini, saya pikir jauh dari kata cukup persiapan. *tiba-tiba kepikiran untuk hunting foto aja saat triathlon*
hari ini adalah hari ke-3 saya pindah team kerja, setelah hampir 2,5 tahun sejak saya masuk kerja. masih satu gedung sih, cuman pindah ruangan saja, namanya juga pindah team kerja, tentu saja ganti bos gadang:
) dan teman sejawat:). Ceritanya sore-sore saya balas e-mail dari teman kerja, ngucapin terima kasih karena suatu hal, nah teman kerja saya membalasnya dengan pesan yang cukup singkat “10-4″. Awalnya saya gak ‘ngeh’ saya pikir ngapain juga ngasih tebakan sebego ini, tapi ternyata justru saya yang gak gaul:). setelah googling bentar ketemulah arti pesan singkat itu. ternyata itu adalah ten code, sebuah kode sandi yang sudah ada sejak tahun 1937. hmm….saya pikir seru juga untuk SMS-an atau teleponan. berikut ada referensi ttg kode tersebut. silahkan klik!
Kemarin saya makan di warung Solo Berseri, menu yang ditawarkan warung ini lumayan berebeda untuk warung-warung di daerah Duri yang kebanyakan menyajikan masakan cita rasa Padang (apapun slogan warung itu:). Kemarinnya lagi saat saya makan mie di dekat tempat saya tinggal, ternyata di dekat warung mie itu sedang dibuat warung bakso baru, atapnya sedang dipasang oleh beberapa tukang, dindingnya masih bolong belum ada papannya, tapi justru plakat warungnya sudah jadi, dan tulisan yang ada di warung tersebut adalah “Warung Bakso Sragen Asri”. Dua kejadian beruntun ini mengingatkan saya pada tren beberapa tahun lalu, mungkin akhir 80-an atau awal 90-an dimana ada tren akronim yang mengakiri nama sebuah kota. Dan dari beberapa akronim tersebut, kata-kata yang lazim diguanakan adalah, bersih, idah, rapi dan beberapa kata lain yang melambangkan segala sesuatu yang sudah tertata.
Dua akronim di atas masing-masing :
Berseri : Bersih Sehat Rapi Indah
Asri : Aman Sehat Rapi Indah…
Kira-kira apa akronim yang jadi akhiran kota anda?